selamat sore mister dan miss galau !
gue lagi iseng ngalay nge post muluuuuu,kerjaan orang yang kurang kerjaan sama dengan kurang kasih sayang errr sekalian promot blog baru
detik-detik kembalinya sosok galau dalam idup gue, berakhir sudah masanya bersenang-senang dan bercumbu dengan mister kasur di surga, ah saatnya kembali beraktifitas itu makan ruangan santai di otak gue lagi-lagi galau galau galau dan galau.
hutang waktu gue buat ngejelajah kota demi kota dengan tentengan koper berlogo singa cacat kaki itu tinggal setaun setengah lagi *sujud syukur*
pertanyaan tiada henti terus gue umbar didepan temen sejerawat gue "setaun setengah itu lamanya pake banget engga ? setaun setengah itu lamanya pake banget engga ? setaun setengah itu lamanya pake banget engga ?"
kuncinya terus omongin tuh satu kalimat berkali-kali kalo mau cepet waktunya usai, emang iya? *bodoh*
ah abaikan terus lupakan !
besok gue rela engga rela kudu hukumnya buat ngerelain bentangan tangan kehangatan yang udah gue runtun dengan sendirinya menjadi kisah terbahagia selama gue idup di dalam lingkaran mematikan itu, pusaran itu ternyata masih menarik jemari gue tuk kembali lagi didalamnya dengan kisah-kisah galau lagi.
*nyanyi lagu olga hancur hatiku*
test test !
otak gue mulai engga waras lagi kalo udah mulai nginget masa-masa terburuk dalam idup gue yaitu mulai mencari jam terbang, tidak ! bukan mencari ! tapi menjalani dengan pasrah.
pasrah bukan berarti diam, tapi berusaha mencari titik dimana mudah untuk melepaskan diri dari keterbelengguan yang mengikat.
pasrah bukan berarti tidak bisa menikmati hidup tapi sedang dalam proses mematri ulang segala sesuatu yang berguna menjadi kebahagiaan abadi yang tercipta melalui garapan masa depan yang udah di genggam.
berlari dan berlari (mohon jangan teruskan untu menyanyikan lagu captain tsubasa) mencari jati diri yang sesungguhnya, dalam hidup itu tak ada kata terlambat, ciyuus hidup itu lanjutan dimana manusia di tuntut untuk menikmatinya sebelum beranjak ke alam lain.
itulah dan begitulah..
kata ibu, kunci dari kesuksesan seseorang itu bisa diraih dengan rasa kepercayaan diri, tidak dilihat dari jabatan, ras, dan kehidupa sosialnya . anggaplah mereka yang di atas sederajat dengan kita sebagai manusia biasa..
itu kata ibu, tambahan dari gue.
hidup itu bukan masanya di aliri kata penyesalan, hidup itu memerlukan keringat untuk sukses. dan satu lagi.
kebahagiaan bukan semata-mata karena materi,pekerjaan yang berderajat tinggi bukan berarti didalamnya terkait kebahagiaan sesungguhnya melainkan bagaimana rasa yang kita dapat dari pekerjaan itu (intinya kudu nyaman)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar